Data Pajak Bocor di Rembang dan Pati, Akun X Dark Web Peringatkan Resikonya
0:00
--:--
Data Pajak Bocor di Rembang dan Pati, Akun X Dark Web Peringatkan Resikonya
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Teknologi

Data Pajak Bocor di Rembang dan Pati, Akun X Dark Web Peringatkan Resikonya

X
Data Pajak Bocor di Rembang dan Pati, Akun X Dark Web Peringatkan Resikonya
Baca 15 detik
  • - Data pajak warga di BPPKAD Rembang dan BPKAD Pati diduga terekspos, menjadi ancaman kejahatan siber.
  • - Risiko mencakup pencurian identitas untuk pinjol fiktif, penipuan pajak, dan rekayasa sosial oleh peretas.
  • - Dark Web Intelligence mendesak audit sistem, pasang autentikasi, dan nonaktifkan indeks dokumen.

Infodagang.com, PATISistem keamanan digital pemerintah daerah kembali menjadi sorotan tajam.

Dugaan tereksposnya data sensitif milik warga di situs BPPKAD Rembang dan BPKAD Pati bukan sekadar kelalaian administratif biasa, melainkan bom waktu yang mengancam privasi dan finansial masyarakat luas.

Temuan ini pertama kali disorot oleh akun X (Twitter) Dark Web Intelligence pada 21 Mei 2026, yang mengungkap betapa rentannya portal milik instansi pengelola keuangan daerah tersebut.

Tanpa sistem perlindungan yang memadai, data pajak warga ibarat etalase publik yang siap dieksploitasi kapan saja oleh pihak tak bertanggung jawab.

Ancaman Nyata: Dari Pinjol Fiktif hingga Penipuan Pajak

Menurut analisis yang dibagikan Dark Web Intelligence, tereksposnya data warga ini membawa risiko tingkat tinggi.

Masyarakat yang datanya telanjur tersebar kini berada dalam bayang-bayang kejahatan siber yang terstruktur.

Dampak paling mengerikan adalah pencurian identitas.

Identitas warga yang bocor dapat disalahgunakan untuk pendaftaran pinjaman online (pinjol) fiktif.

Tidak hanya itu, data ini juga dapat dijadikan senjata untuk rekayasa sosial (social engineering), di mana pelaku kejahatan bisa memanipulasi korban secara psikologis karena memiliki informasi spesifik tentang mereka.

Ancaman lainnya yang tak kalah merugikan adalah potensi penipuan terkait pajak.

​Kejahatan siber tidak pernah tidur, dan para peretas selalu menggunakan metode otomatis seperti scraping massal untuk menyedot data dari celah keamanan sekecil apa pun.

Menyikapi hal ini, Dark Web Intelligence memberikan rekomendasi mendesak yang harus segera dieksekusi oleh instansi pemerintah terkait:

1. Audit Data Publik Secara Menyeluruh: Pemerintah daerah harus segera mengaudit ulang seluruh situs web dan basis data yang dapat diakses oleh publik.

2. Pasang Sistem Autentikasi: Tutup akses terbuka, wajibkan sistem login atau autentikasi untuk mengakses halaman yang memuat informasi sensitif.

3. Nonaktifkan Indeks Dokumen: Matikan fitur indexing pada mesin pencari untuk direktori atau dokumen yang memuat data pribadi masyarakat.

4. Pantau Aktivitas Mencurigakan: Terapkan pemantauan lalu lintas server secara real-time untuk mendeteksi dan memblokir aktivitas scraping data yang tidak wajar.

Pemerintah tidak boleh lagi berlindung di balik dalih “sedang dalam perbaikan teknis”.

Kelalaian dalam melindungi data warga adalah bentuk pelanggaran terhadap hak privasi dasar.

BPPKAD Rembang dan BPKAD Pati harus segera bertindak sebelum kerugian masyarakat semakin membesar. (red)

Advertisement

Next Article

DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.