Infodagang.com, PATI – Menghadapi rencana aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Pati yang dijadwalkan pada Rabu (13/5/2026), pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pati mengambil langkah tegas untuk tidak meliburkan siswanya.
Meski lokasi sekolah berhadapan langsung dengan titik massa, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan normal. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.
Pihak sekolah menilai bahwa menjaga siswa tetap berada di lingkungan sekolah jauh lebih aman dan terkontrol daripada meliburkan mereka.
“Kami ingin memastikan siswa tetap dalam pengawasan. Kalau diliburkan, kami khawatir mereka justru turun ke jalan dan ikut serta dalam aksi demo tersebut,” ujar Sodikin, staf bagian kurikulum SMK 1 Pati, saat ditemui awal media, Selasa (12/5/2026).
Mitigasi Gangguan Suara dan Keamanan
Untuk meminimalisir gangguan suara dari orator demonstran, pihak sekolah telah menyiapkan skema pergeseran kelas.
Sebanyak 12 kelas yang berada di sisi depan dan berbatasan langsung dengan jalan raya akan dikosongkan.
Para siswa di kelas tersebut akan dipindahkan sementara ke 14 ruang kelas di bagian belakang yang saat ini sedang tidak digunakan karena jadwal praktik luar sekolah.
Langkah ini diambil agar konsentrasi belajar siswa tidak terpecah oleh kebisingan di luar.
Pantauan Ketat dan Koordinasi Aparat
Selain pengaturan kelas, SMK 1 Pati juga memperketat absensi.
Jika ada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan medis yang sah, pihak sekolah akan langsung menghubungi orang tua untuk memastikan keberadaan mereka.
“Jika siswa tidak ada di sekolah dan tidak ada di rumah tanpa alasan jelas, maka itu menjadi tanggung jawab orang tua. Kami sudah berkoordinasi dengan guru BK dan keamanan sekolah untuk memantau ini,” tambah Sodikin.
Terkait prosedur kepulangan, sekolah telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak kepolisian.
Jika aksi massa belum membubarkan diri hingga pukul 15.30 WIB atau kondisi memburuk (chaos), sekolah telah menyiapkan dua opsi:
Evakuasi Pintu Timur: Mengarahkan kepulangan siswa melalui pintu gerbang timur dengan pengawalan dari Polres Pati.
Tetap Bertahan: Jika situasi dianggap terlalu berisiko, siswa akan diminta tetap berada di dalam area sekolah hingga kondisi dinyatakan kondusif.
Dengan persiapan matang ini, SMK 1 Pati berkomitmen tetap memprioritaskan hak pendidikan siswa tanpa mengabaikan aspek keselamatan mereka di tengah dinamika sosial yang terjadi. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE