Infodagang.com, PATI – Kisah legendaris mengenai konflik antara Kadipaten Parang Garudo dan Carangsoko kembali menjadi sorotan, terutama dalam peringatan Hari Jadi Kota Pati.
Kedua nama ini, yang dipercaya mewakili wilayah Pati bagian selatan dan utara di masa lampau, dikenal sebagai tonggak penting dalam sejarah peleburan wilayah yang akhirnya melahirkan nama “Pati”.
Latar Belakang Konflik
Menurut cerita rakyat yang terpatri kuat, Parang Garudo dipimpin oleh Adipati Yudhopati, sementara Carangsoko dipimpin oleh Adipati Puspo Andungjoyo.
Upaya perdamaian melalui perjodohan anak-anak kedua adipati—Raden Josari dari Parang Garudo dan Dewi Rayung Wulan dari Carangsoko—justru berujung pada pecahnya permusuhan.
Kegagalan pernikahan ini, yang melibatkan pelarian Dewi Rayung Wulan bersama Dalang Soponyono, membuat Adipati Yudhopati merasa sangat dipermalukan dan menyatakan perang.




Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE