Sukses di Sukolilo, Padi Organik Pati Tembus Hasil 11,3 Ton Per Hektar
0:00
--:--
Sukses di Sukolilo, Padi Organik Pati Tembus Hasil 11,3 Ton Per Hektar
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Sukses di Sukolilo, Padi Organik Pati Tembus Hasil 11,3 Ton Per Hektar

X
Sukses di Sukolilo, Padi Organik Pati Tembus Hasil 11,3 Ton Per Hektar

Infodagang.com, PATIProgram ambisius Pemkab Pati bertajuk “10 Ton Bisa” bukan lagi sekadar slogan di atas kertas.

Fakta lapangan di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, membuktikan bahwa produktivitas padi di Kabupaten Pati mampu melampaui target tersebut melalui inovasi pemupukan yang tepat.

Hadir langsung dalam agenda Panen Raya di Desa Baleadi, Senin (12/1/2026), Bupati Pati Sudewo menyaksikan keberhasilan petani setempat dalam mengoptimalkan lahan mereka.

Hasilnya mencengangkan; beberapa lahan bahkan mampu mencatatkan angka di atas 11 ton per hektare.

Inovasi Mikroba PA63 dan Pupuk Organik

Keberhasilan ini tak lepas dari penggunaan teknologi hayati berupa Mikroba PA63.

Inovasi yang diinisiasi oleh Dandim 0718/Pati tersebut terbukti mampu mendongkrak kualitas dan kuantitas hasil panen secara signifikan.

Bupati Sudewo menjelaskan, di Desa Baleadi terdapat dua skema tanam yang membuahkan hasil luar biasa.

Pertama, lahan padi organik murni yang hanya mengandalkan pupuk kandang dan mikroba.

“Di lokasi ini, padi sama sekali tidak menyentuh pupuk kimia maupun pestisida. Hasilnya murni organik dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar,” jelas Sudewo saat meninjau hamparan sawah di Sukolilo.

Hasil Maksimal Lewat Kombinasi Pupuk

Selain lahan organik, skema kedua yang menggabungkan penggunaan pupuk kimia dengan tambahan Mikroba PA63 justru mencatatkan rekor produksi yang lebih tinggi.

“Untuk lahan yang dikombinasikan dengan Mikroba PA63, hasilnya menyentuh angka 11,3 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa target 10 ton sangat realistis jika kita mengikuti prosedur budidaya yang benar,” tambah Bupati.

Replikasi Kesuksesan di Seluruh Desa

Melihat kesuksesan di Baleadi, Bupati Sudewo berharap pola tanam dan teknologi ini segera diadopsi oleh seluruh petani di wilayah Kabupaten Pati.

Menurutnya, modernisasi pola tanam adalah jalan pintas menuju kesejahteraan petani yang lebih baik.

“Saya instruksikan agar seluruh desa di Pati meniru langkah ini. Kita ingin seluruh sawah di Pati menghasilkan minimal 10 ton per hektare agar taraf hidup petani kita meningkat pesat,” tutupnya optimis. (red)

Advertisement

Next Article

Respon Cepat Banjir Pati: Bupati Sudewo Instruksikan Perbaikan Talud

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.