Infodagang.com, BEIJING – Peta kekuatan finansial global mengalami pergeseran drastis pada tahun 2025.
China kini bukan sekadar raksasa manufaktur, melainkan telah bertransformasi menjadi penyedia likuiditas utama bagi sistem keuangan dunia melalui lonjakan aset sektor non-ofisial yang mencapai rekor tertinggi.
Lonjakan Aset Luar Negeri yang Masif
Berdasarkan data kuartal ketiga (Q3) tahun 2025, kepemilikan aset luar negeri oleh sektor non-ofisial China melonjak sebesar $260 miliar, mendorong total nilai aset ke angka fantastis $1,95 triliun.
Secara akumulatif, aset ini tumbuh sebesar $1 triliun hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
Angka pertumbuhan ini tercatat dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam satu dekade terakhir.
Investor China Menyerbu Pasar AS dan Eropa
Perubahan tren investasi ini terlihat jelas dari agresivitas investor swasta China.
Selama periode tersebut, mereka memborong saham dan obligasi Amerika Serikat serta Eropa senilai total $535 miliar.
Nilai pembelian ini melampaui rekor peningkatan tahunan mana pun dalam dua dekade terakhir.
Fenomena ini menandakan ketergantungan pasar modal Barat yang semakin tinggi terhadap aliran dana dari Negeri Tirai Bambu.
Pergeseran Strategi dari Bank Sentral ke Sektor Privat
Menariknya, lonjakan ini dipicu oleh surplus perdagangan yang menyentuh rekor $1,2 triliun.
Namun, berbeda dengan dekade sebelumnya di mana pendapatan ekspor diparkir di cadangan devisa bank sentral, kini polanya berubah:
Sektor Privat: Sekitar 66% aset luar negeri kini dipegang oleh perusahaan, individu, dan pemberi pinjaman negara.
Bank Sentral (PBOC): Aset cadangan bank sentral hanya meningkat sebesar $230 miliar dalam tiga kuartal pertama 2025.
”China yang dulunya menyimpan sebagian besar pendapatan ekspornya di bank sentral, kini membiarkan dana tersebut mengalir melalui sektor swasta langsung ke pasar global,” tulis laporan tersebut.
Dampak Bagi Ekonomi Global
Dengan perubahan struktur modal ini, sistem keuangan global menjadi semakin bergantung pada likuiditas yang bersumber dari sektor non-pemerintah di China.
Aliran modal ini menjadi mesin penggerak penting bagi stabilitas pasar obligasi dan pertumbuhan pasar saham internasional di tengah dinamika ekonomi global 2026. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE