Infodagang.com, PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati tengah menseriusi pengelolaan data kesehatan, khususnya terkait ibu hamil dengan risiko tinggi (risti).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan angka kematian ibu di wilayah Kabupaten Pati.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, S.STP, MM, menegaskan bahwa komitmen bersama dalam pengelolaan data kesehatan adalah kunci utama.
Saat ini, pihaknya sedang menggodok sistem layanan cepat atau Early Warning System yang dikhususkan untuk memonitoring ibu hamil berisiko tinggi secara real-time.
“Komitmen bersama dalam pengelolaan data kesehatan, khususnya terkait ibu hamil, sangat penting. Kami sedang menyiapkan layanan cepat untuk memonitoring mereka yang masuk kategori risiko tinggi demi menekan angka kematian ibu di Pati,” ujar Luky.
DPRD Pati Dorong Optimalisasi Puskesmas Keliling
Upaya Dinkes Pati ini mendapat dukungan sekaligus perhatian serius dari jajaran legislatif.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluya, mengimbau agar langkah preventif ini juga ditunjang dengan optimalisasi pelayanan Puskesmas Keliling (Pusling).
Menurut Bandang, petugas kesehatan di tingkat puskesmas harus memiliki data yang valid dan menguasai kondisi lapangan di wilayah kerja masing-masing.
”Kami berharap lewat kegiatan puskesmas keliling dapat memantau sekaligus mengawasi adanya ibu hamil. Petugas harus tahu jumlah ibu hamil di desa masing-masing. Jadi, kalau ada apa-apa, puskesmas dapat mengantisipasi karena kondisi ini sangat rawan,” ujar Bandang saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (9/6).
Dengan adanya sinergi antara keakuratan data dari Dinkes Pati dan keaktifan Puskesmas Keliling dalam melakukan pengawasan langsung, diharapkan penanganan ibu hamil dengan risiko tinggi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (red)





Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE