Infodagang.com, PATI – Momentum penerimaan peserta didik baru kerap memicu persaingan ketat di kalangan orang tua untuk memperebutkan kursi di sekolah tertentu.
Menyikapi fenomena ini, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengimbau para orang tua agar tidak terjebak pada obsesi memburu sekolah yang dianggap “favorit”.
Ali menekankan bahwa mengasah bakat, minat, dan mengukur kemampuan riil anak jauh lebih krusial bagi masa depan mereka, ketimbang sekadar mengejar status sosial atau popularitas sebuah lembaga pendidikan.
Pernyataan ini diutarakan Ali di tengah kesibukan para wali murid di Kabupaten Pati yang sedang mengawal proses pendaftaran sekolah putra-putri mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Saat ini orientasi sebagian besar orang tua masih tertuju pada label sekolah favorit. Tolong jangan paksa anak masuk ke sekolah tertentu hanya demi ego orang tua. Kasihan jika nantinya anak justru merasa tertekan dan terbebani,” tegas Ali Badrudin, Jumat (12/6).
Keberhasilan Siswa Tidak Ditentukan oleh Label Sekolah
Lebih lanjut, Ali memaparkan bahwa kesuksesan akademik maupun non-akademik seorang anak tidak pernah digaransi oleh label eksternal sekolah semata.
Faktor internal seperti determinasi belajar siswa, ekosistem sekolah yang sehat, serta kualitas pendampingan keluarga di rumah memegang peranan yang jauh lebih besar.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan saat ini telah berbenah dan memiliki keunggulan kompetitif masing-masing.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat mengubah stigma dan tidak memandang sebelah mata sekolah-sekolah yang tidak masuk dalam daftar populer.
“Fokus utama kita sebagai orang tua seharusnya adalah bagaimana menciptakan lingkungan agar anak bisa berkembang optimal, merasa nyaman saat menuntut ilmu, dan mampu mendulang prestasi sesuai potensi unik mereka,” imbuhnya.
Mengutamakan Kebutuhan Masa Depan Anak
Ali berharap proses penerimaan siswa baru tahun ini dapat menjadi ruang refleksi bagi para orang tua dalam mengambil keputusan strategis terkait masa depan anak.
Keputusan tersebut harus didasarkan pada kebutuhan objektif sang anak, bukan didorong oleh faktor gengsi antarkeluarga.
Dengan pemilihan sekolah yang tepat dan sesuai porsinya, DPRD Pati optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda di Bumi Mina Tani dapat tumbuh secara lebih merata dan berkualitas di masa depan. (red)






Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE