Infodagang.com, PATI – Kabar tak sedap, yang bercampur mistis dan sejarah, kembali mengemuka di kalangan masyarakat Pati.
Kisah lama tentang Empu Sumali, seorang tokoh sakti dari masa awal pembukaan lahan di Pati (diduga sezaman dengan tokoh seperti Kembang Joyo), kembali diperbincangkan.
Menurut penuturan sejumlah sesepuh dan pegiat sejarah lokal, arwah Empu Sumali disebut-sebut “mbalelo” (membangkang/menuntut) karena janji yang diberikan kepadanya di masa lampau belum terlunasi.
Janji yang dimaksud merujuk pada pemberian hak atas tanah di wilayah yang dikenal sebagai “Bumi Petak Kulon Negoro” Pati.
Janji Tanah yang Terkubur Sejarah
Empu Sumali, yang dipercaya merupakan adik seperguruan dari Empu Suwarno dan memiliki peran besar dalam membantu pembukaan alas di daerah Kemiri dan sekitarnya (kini termasuk wilayah Trangkil dan Wedarijaksa), konon dijanjikan sebidang tanah luas sebagai imbalan atas jasanya.
“Bumi Petak Kulon Negoro, begitulah sebutan janji itu. Lokasinya diyakini berada di sebelah barat pusat pemerintahan Kadipaten Pati saat itu, namun letaknya yang persis kini menjadi samar,” ujar Ruli, seorang budayawan lokal yang fokus pada sejarah Pati.
Menurut cerita tutur yang diwariskan turun-temurun, janji tersebut tidak pernah sepenuhnya dipenuhi kepada Empu Sumali
Konsekuensinya, beberapa kejadian aneh atau kesialan lokal diyakini sebagian masyarakat sebagai bentuk “nagih janji” (menagih janji) oleh arwah Empu Sumali.
Simbolisme “Mbalelo” Empu Sumali
Istilah “mbalelo” atau membangkang yang dilekatkan pada Empu Sumali dalam konteks ini tidak merujuk pada pemberontakan fisik, melainkan penolakan untuk beristirahat dengan tenang sebelum haknya dipenuhi.
Dampak pada Kepercayaan Lokal: Kisah ini sering dikaitkan dengan penemuan-penemuan situs kuno yang terpendam atau pembangunan yang terkendala di area yang diyakini masuk dalam lingkup janji tersebut.
Pesan Moral: Bagi sebagian masyarakat, kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menepati janji, terutama janji yang berkaitan dengan jasa para leluhur dalam membangun cikal bakal wilayah Pati.
Meskipun belum ada bukti arkeologis atau tertulis yang secara definitif mengonfirmasi kebenaran narasi ini, cerita tentang Empu Sumali, Sumur Gemuling, dan janji Bumi Petak Kulon Negoro terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan mitologi dan sejarah tutur Kabupaten Pati.
Para pegiat sejarah berharap, cerita ini dapat memicu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap jejak peradaban kuno Pati yang masih samar. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE