Melawan Lupa: Kisah Empu Sumali, Jasa Pembuka Alas Pati yang Dibalas Janji Tanah Fiktif
0:00
--:--
Melawan Lupa: Kisah Empu Sumali, Jasa Pembuka Alas Pati yang Dibalas Janji Tanah Fiktif
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Inspirasi

Melawan Lupa: Kisah Empu Sumali, Jasa Pembuka Alas Pati yang Dibalas Janji Tanah Fiktif

X
Melawan Lupa Kisah Empu Sumali, Jasa Pembuka Alas Pati yang Dibalas Janji Tanah Fiktif
Baca 14 detik
  • Kisah mistis Empu Sumali dan janji tanah Bumi Petak Kulon Negoro kembali diperbincangkan di Pati.
  • Arwah Empu Sumali disebut "mbalelo" karena janji hak atas tanahnya di masa lalu belum terlunasi.
  • Masyarakat mengaitkan kesialan lokal dengan arwah Empu Sumali sebagai pengingat tepati janji.

Infodagang.com, PATI – Kabar tak sedap, yang bercampur mistis dan sejarah, kembali mengemuka di kalangan masyarakat Pati.

Kisah lama tentang Empu Sumali, seorang tokoh sakti dari masa awal pembukaan lahan di Pati (diduga sezaman dengan tokoh seperti Kembang Joyo), kembali diperbincangkan.

Menurut penuturan sejumlah sesepuh dan pegiat sejarah lokal, arwah Empu Sumali disebut-sebut “mbalelo” (membangkang/menuntut) karena janji yang diberikan kepadanya di masa lampau belum terlunasi.

Janji yang dimaksud merujuk pada pemberian hak atas tanah di wilayah yang dikenal sebagai “Bumi Petak Kulon Negoro” Pati.

Janji Tanah yang Terkubur Sejarah

Empu Sumali, yang dipercaya merupakan adik seperguruan dari Empu Suwarno dan memiliki peran besar dalam membantu pembukaan alas di daerah Kemiri dan sekitarnya (kini termasuk wilayah Trangkil dan Wedarijaksa), konon dijanjikan sebidang tanah luas sebagai imbalan atas jasanya.

“Bumi Petak Kulon Negoro, begitulah sebutan janji itu. Lokasinya diyakini berada di sebelah barat pusat pemerintahan Kadipaten Pati saat itu, namun letaknya yang persis kini menjadi samar,” ujar Ruli, seorang budayawan lokal yang fokus pada sejarah Pati.

Menurut cerita tutur yang diwariskan turun-temurun, janji tersebut tidak pernah sepenuhnya dipenuhi kepada Empu Sumali

Konsekuensinya, beberapa kejadian aneh atau kesialan lokal diyakini sebagian masyarakat sebagai bentuk “nagih janji” (menagih janji) oleh arwah Empu Sumali.

Simbolisme “Mbalelo” Empu Sumali

Istilah “mbalelo” atau membangkang yang dilekatkan pada Empu Sumali dalam konteks ini tidak merujuk pada pemberontakan fisik, melainkan penolakan untuk beristirahat dengan tenang sebelum haknya dipenuhi.

Dampak pada Kepercayaan Lokal: Kisah ini sering dikaitkan dengan penemuan-penemuan situs kuno yang terpendam atau pembangunan yang terkendala di area yang diyakini masuk dalam lingkup janji tersebut.

Pesan Moral: Bagi sebagian masyarakat, kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menepati janji, terutama janji yang berkaitan dengan jasa para leluhur dalam membangun cikal bakal wilayah Pati.

Meskipun belum ada bukti arkeologis atau tertulis yang secara definitif mengonfirmasi kebenaran narasi ini, cerita tentang Empu Sumali, Sumur Gemuling, dan janji Bumi Petak Kulon Negoro terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan mitologi dan sejarah tutur Kabupaten Pati.

Para pegiat sejarah berharap, cerita ini dapat memicu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap jejak peradaban kuno Pati yang masih samar. (red)

Advertisement

Next Article

Pati Berjuang! Bupati Sudewo Desak Pusat Segera Cairkan Rp29,7 Miliar Bantuan Puso

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.