Infodagang.com, JAKARTA – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), emiten yang bergerak di bidang angkutan laut untuk alat berat dan kontainer, secara resmi memulai proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan membidik dana segar maksimal Rp 158,4 miliar.
Aksi korporasi ini tidak hanya menawarkan saham, tetapi juga memberikan insentif menarik berupa Waran Seri I secara gratis kepada investor publik.
PJHB dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 November 2025. Selama masa penawaran awal (book building) yang berlangsung dari 22 hingga 27 Oktober 2025, Perseroan menetapkan harga penawaran di kisaran Rp 310 hingga Rp 330 per saham.
Dalam prospektus yang dirilis, PJHB melepas sebanyak-banyaknya 480 juta saham baru, setara dengan 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah PT Pilarmas Investindo Sekuritas.
Strategi Ekspansi Jangka Panjang
Manajemen PJHB mengungkapkan, mayoritas dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk memperkuat fondasi bisnis Perseroan, khususnya melalui pembelian tiga unit kapal baru.
Langkah ini dinilai strategis mengingat tingkat utilisasi armada yang saat ini sudah maksimal dan sejalan dengan target peningkatan pendapatan hingga 100% dari realisasi 2024.
Penambahan kapal baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional dan daya saing di sektor logistik laut domestik.
Insentif Waran: Nilai Tambah Bagi Investor
Aspek yang menarik bagi investor adalah penerbitan Waran Seri I secara cuma-cuma. Setiap pemegang 2 (dua) saham baru yang dibeli saat IPO berhak memperoleh 1 (satu) Waran Seri I.
Waran ini dapat dieksekusi menjadi saham Perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham dalam periode 4 Mei 2026 hingga 4 November 2026. Nilai hasil pelaksanaan waran ini berpotensi menambah dana segar Perseroan hingga Rp 79,2 miliar.
Mengupas Fundamental
Dari sisi fundamental, kinerja PJHB menunjukkan neraca keuangan yang relatif sehat.
Berdasarkan laporan keuangan, total utang Perseroan pada tahun buku 2024 tidak mencapai 5% dari total aset.
Meskipun pendapatan dan laba bersih tercatat mengalami sedikit penurunan pada 2024 menjadi Rp 54,66 miliar dan Rp 17,19 miliar, Perseroan memiliki rencana pertumbuhan yang jelas pasca-IPO.
Selain itu, PJHB juga merencanakan kebijakan dividen dengan pembagian maksimal 30% dari laba bersih tahun berjalan, dimulai dari tahun buku 2025.
Analis pasar menilai, dengan rasio utang yang rendah dan rencana ekspansi terukur, saham PJHB menawarkan potensi jangka panjang bagi investor yang ingin masuk ke sektor logistik dan transportasi, meskipun investor perlu mempertimbangkan fluktuasi kinerja historis perusahaan.








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE