Infodagang.com, PATI – Iklim investasi di Kabupaten Pati dikabarkan berada di ujung tanduk menyusul maraknya isu ketidakstabilan dan keamanan daerah yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Sejumlah calon dan investor eksisting melayangkan peringatan keras, menegaskan bahwa jika kondisi daerah terus memburuk dan dianggap “kacau”, Pati akan langsung dikategorikan sebagai High Risk Investment (Investasi Berisiko Tinggi).
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Isu-isu mulai dari stabilitas sosial, ketertiban umum, hingga penegakan hukum yang dianggap kurang tegas, menjadi sorotan utama.
Ancaman para penanam modal ini sangat serius: “Mending dana dialihkan ke kota sebelah yang lebih menjamin kepastian dan keamanan.”
Keamanan dan Kepastian Jadi Titik Krusial
Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) Cipta Kondisi Aman dan Kondusif, bahkan membenarkan adanya komunikasi dari sejumlah investor yang menanyakan secara langsung perihal stabilitas daerah.
“Saya kemarin juga ditelepon beberapa investor yang menanyakan soal kondisi Pati. Harapannya, ke depan Pati semakin aman sehingga investasi bisa kembali masuk,” ungkap Risma.
Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya faktor keamanan sebagai kunci utama untuk menarik dan mempertahankan modal.
Bagi dunia usaha, ketidakpastian sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada biaya operasional, logistik, hingga citra perusahaan.
Dampak Nyata Kategori High Risk
Jika Pati resmi dicap sebagai area high risk, konsekuensinya bisa sangat merugikan bagi pembangunan daerah:
- Hilangnya Calon Investor: Investor baru akan membatalkan rencana masuk dan mengalihkan dana ke daerah tetangga.
- Eksodus Modal: Investor lama dapat mempertimbangkan untuk memindahkan pabrik atau usahanya.
- Sulitnya Akses Pembiayaan: Lembaga keuangan cenderung lebih ketat memberikan kredit untuk proyek di daerah berisiko tinggi.
- Penurunan Daya Saing: Daya saing ekonomi Pati akan tergerus oleh kota-kota lain yang menawarkan lingkungan bisnis lebih kondusif.
Ali Badrudin, Ketua DPRD Pati juga menghimbau petingnya iklim damai ditengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Jika sampai terjadi pengerusakan dan anarkis, yang rugi kita semua. Nanti investor sulit masuk. Makanya, kita ciptakan iklim damai agar Pati bisa membangun lebih baik,” ungkapnya
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, sebelumnya telah menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan kerawanan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa aparat keamanan menyadari betul korelasi antara stabilitas dan masuknya investasi.
Komitmen Pemerintah Ditunggu Investor
Para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Daerah dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), kini dituntut untuk mengambil langkah-langkah nyata dan strategis yang tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga tindakan tegas di lapangan.
Penciptaan iklim yang aman, tertib, dan bebas dari gejolak sosial adalah prasyarat mutlak.
Jika tidak, ancaman investor untuk “pindah ke kota sebelah” akan menjadi kenyataan, dan Pati terancam kehilangan momentum pertumbuhan ekonominya. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE