Harga Ketela di Tingkat Petani Pati Anjlok, Dewan dan Petani Minta Intervensi Pemerintah
0:00
--:--
Harga Ketela di Tingkat Petani Pati Anjlok, Dewan dan Petani Minta Intervensi Pemerintah
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Isu Global

Harga Ketela di Tingkat Petani Pati Anjlok, Dewan dan Petani Minta Intervensi Pemerintah

X
Harga Ketela Di Tingkat Petani Pati Anjlok Dewan Dan Petani Minta Intervensi Pemerintah
Baca 12 detik
  • Harga jual singkong di Pati anjlok, mencapai Rp750/kg, akibatkan kerugian petani.
  • Petani merugi dan menunda panen; DPRD mendesak intervensi pemerintah daerah serta pusat.
  • Petani berharap stabilisasi harga via dukungan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk tapioka.

Infodagang.com, PATIHarga jual ketela pohon atau singkong di tingkat petani Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah dinilai masih belum memuaskan dan cenderung anjlok.

Berdasarkan informasi terbaru, harga ketela di tingkat petani di Pati saat ini berkisar antara Rp1.200 hingga Rp1.700 per kilogram.

Bahkan, laporan terbaru menyebut ada harga yang hanya Rp750 per kilogram di beberapa wilayah, yang dianggap sudah mencapai titik darurat kerugian bagi petani.

Harga tersebut dinilai sangat jauh di bawah nilai keekonomian yang seharusnya berada di angka dua ribuan per kilogram.

Akibatnya, banyak petani mengeluhkan kerugian karena harga jual tidak mampu menutup biaya produksi, mulai dari sewa lahan, perawatan, hingga ongkos panen.

Seorang anggota DPRD Kabupaten Pati baru-baru ini menyinggung kondisi ini dan mendesak adanya intervensi dari pemerintah daerah maupun pusat.

Para petani juga mengungkapkan keresahan mereka, bahkan ada yang memilih untuk tidak memanen ketela yang sudah tua karena harga yang terlalu rendah.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, salah satunya melalui dukungan pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk komoditas tapioka agar harga dapat terkendali dan tidak merugikan petani. (red)

Advertisement

Next Article

‘Pipo Londo’ dari Bojonegoro: Ketika Filsafat Jawa Mengalir di Pipa Migas

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.