Infodagang.com – Sebuah drama politik bergenre komedi-absurd yang lebih menegangkan dari drama china kembali menghiasi Gedung Dewan di suatu kota yang kepala daerahnya sedang menangkis fitnah-fitnah keji.
Ketika 49 anggota dewan lainnya berlomba-lomba memamerkan jurus “Ngacung” (mengacungkan tangan) demi mencari aman agar tidak ‘disatru’ (dimusuhi) oleh Bos Rakyat, satu kursi mewah di ruang Rapat Paripurna justru kosong melompong.
Dialah Juragan SIAMSE, sang anggota dewan yang memiliki track record menghilang paling konsisten se-Daerah Coblosannya.
Misteri Hilangnya Sang Juragan: Hantu Gaji Rp3,3 Miliar?
Kehadiran di rapat paripurna yang seharusnya menjadi panggung utama bagi para pejuang rakyat ini mendadak tercoreng oleh absennya sang juragan.
Padahal, menurut data intelijen rakyat, Juragan Siamse ini dibayar oleh Bos Besar (Rakyat) dengan nominal fantastis, sekitar Rp3,3 Miliar untuk masa kontrak 5 tahun! (belum lagi tunjangannya)
Kinerja juragan selama ini memang misterius, seolah-olah menggunakan jurus ninja menghilang.
Tak pernah terlihat di ekspose kamera, wajar jika muncul spekulasi di kalangan netizen:
“jangan-jangan beliau takut difoto karena lupa cara kerja? Atau mungkin beliau sedang melakukan business trip yang saking pentingnya sampai-sampai lupa tanggung jawab”
Menurut salah satu penikmat kopi, AAF berpendapat bahwa sang juragan ini mirip dengan salah satu pemain bola, cuma beda prestasi aja.
“Leonel Messi nomor punggung 10 pencetak gol terbanyak, sedangkan Leonel Siamse nomer urut 10 pencetak blunder terbanyak,” ujarnya.
49 Dewan Berlomba Jadi Anak Emas, Juragan Siamse Pilih Jadi “Dewan Ora Cetho”
Sementara rekan-rekannya yang berjumlah 49 orang tengah sibuk berlatih teknik “Ngacung paling sopan dan meyakinkan”, Sang Juragan justru asyik di Planet Pluto.
Sikap ini sontak membuat penghuni jagad di media sosial riuh, memberikan gelar kehormatan baru untuk Sang Juragan: “Dewan Ora Cetho” (Anggota Dewan Tidak Jelas).
Istilah ini, dengan bangga disematkan netizen, merujuk pada keahlian Juragan Siamse dalam menomorsatukan bisnis pribadinya di atas urusan remeh-temeh seperti kesejahteraan rakyat.
Kesimpulan Sementara: Diduga, Juragan sedang menghitung apakah gaji beserta tunjangannya Rp3,3 Miliar, sudah sebanding dengan biaya untuk mengurus diri sendiri selama 5 tahun.
Sementara itu, 49 anggota Dewan lainnya masih berjuang keras, bertaruh nasib politik mereka melalui seni “Ngacung” yang sempurna.
Pesan dari Netizen: “Wahai Juragan Siamse, Bos Besar (Rakyat) hanya ingin tahu, kalau mau ngurus bisnis proyek saja, kenapa kemarin sibuk mengemis suara?
Tunggu episode selanjutnya…..***








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE