Infodagang.com, PATI – Program Sekolah Rakyat Kabupaten Pati terbukti sukses membuka kran akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (desil 1).
Penegasan ini disampaikan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Open House peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Aula Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6).
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Pati, para camat, serta para siswa.
Dalam sambutannya, Chandra mengapresiasi perkembangan program yang dinilai telah melampaui ekspektasi awal, baik dari sisi mutu layanan, kelayakan fasilitas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para peserta didik.
Saat meninjau langsung ruang kelas, Plt Bupati Pati mengaku terkesan dengan standarisasi kenyamanan yang diberikan kepada para siswa.
“Program ini sangat luar biasa. Kondisi kelas dan kamar mandi sangat bersih, serta fasilitasnya lengkap. Anak-anak juga mendapatkan makan tiga kali sehari plus camilan. Mereka benar-benar merasa nyaman seperti di rumah sendiri,” ungkap Chandra.
Selain mengejar aspek akademis, Sekolah Rakyat juga fokus pada perbaikan gizi dan pembentukan karakter.
Langkah ini menjadi komitmen riil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam menghadirkan kesetaraan bagi anak-anak dari keluarga rentan agar memiliki peluang masa depan yang sama cerahnya.
Antusiasme Tinggi: Kuota SMP dan SMA Telah Terpenuhi
Tingginya mutu pembelajaran membuat minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga ini melonjak tajam. Saat ini, daya tampung untuk jenjang pendidikan menengah telah terisi penuh.
Berikut adalah rincian ketersediaan kuota siswa di Sekolah Rakyat Pati saat ini:
Jenjang SMP: 190 siswa (Kuota Penuh)
Jenjang SMA: 90 siswa (Kuota Penuh)
Jenjang SD: Tersisa ruang untuk sekitar 30 siswa.
“Untuk tingkat SD masih tersedia lowongan bagi sekitar 30 anak. Beberapa orang tua memang masih mempertimbangkan sistem asrama (boarding school) untuk anak-anak usia dini,” tambahnya.
Kurikulum Komprehensif: Unggul di Bahasa Asing dan Agama
Chandra menggarisbawahi bahwa kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat tidak kalah bersaing dengan sekolah reguler.
Kurikulum formal tetap dipadukan secara seimbang dengan penguatan nilai keagamaan dan pengembangan diri.
“Anak-anak di sini sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab. Progres belajar mereka sangat baik. Sore harinya, mereka juga dibekali dengan pendidikan agama serta aktivitas positif lainnya,” jelas Chandra.
Ekspansi ke Tlogowungu: Kapasitas Lebih Besar
Melihat keberhasilan ini, Pemkab Pati bergerak cepat melakukan ekspansi dengan mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat baru di kawasan Tlogowungu.
Hingga saat ini, progres pembangunan fisik fasilitas tersebut telah menyentuh angka 85 persen.
“Hari Selasa depan kami akan meninjau langsung lokasi di Tlogowungu untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan menentukan jadwal operasionalnya. Kapasitas di sana akan jauh lebih besar dari tempat yang sekarang,” pungkasnya.
Melalui momentum Open House satu tahun ini, Pemkab Pati berharap gaung program ini semakin luas, sekaligus menjadi motor penggerak pemerataan pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan bermutu di seluruh wilayah Pati. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE