Infodagang.com, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berkomitmen memutus mata rantai korupsi sejak dini melalui lingkungan sekolah.
Langkah nyata ini diwujudkan lewat agenda “Pendidikan Antikorupsi pada Satuan Pendidikan Tahun 2026” yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Pati di halaman SMP Negeri 1 Juwana, Jumat (19/6/2026).
Edukasi ini menyasar seluruh siswa kelas VII dan VIII. Tujuannya adalah menanamkan pilar kejujuran, memperkuat integritas, serta memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak destruktif korupsi bagi tatanan sosial maupun dunia pendidikan.
Hadir langsung dalam acara tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menekankan bahwa usia remaja di jenjang SMP merupakan masa keemasan untuk membentuk kepribadian seseorang.
“Jika sejak bangku SMP anak-anak sudah terbiasa menjunjung tinggi kejujuran, maka nilai integritas itu akan melekat hingga mereka SMA, kuliah, bahkan saat terjun ke dunia kerja,” tutur Chandra.
Ia mengingatkan bahwa bibit korupsi tidak selalu berbicara tentang penyalahgunaan anggaran negara oleh pejabat, melainkan bisa tumbuh dari tindakan tidak jujur sehari-hari di sekolah.
Salah satu contoh nyata adalah dalam pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan tugas belajar.
Edukasi Digital: Siswa diperbolehkan mencari referensi melalui internet.
Larangan Plagiarisme: Siswa dilarang keras sekadar menyalin (copy-paste) karya orang lain tanpa dipelajari dan dipahami prosesnya.
Menurut Chandra, kecerdasan akademis bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan.
Keberanian mengakui kesalahan serta kemauan keras untuk terus mengevaluasi diri adalah cerminan dari integritas sejati.
Di sela-sela acara, suasana mencair saat Plt Bupati memberikan apresiasi langsung kepada para siswa yang aktif berinteraksi.
Salah satunya adalah Asna, siswi yang berhasil menjawab pertanyaan seputar sejarah daerah, di mana Kabupaten Pati kini telah menginjak usia ke-703 tahun.
Menutup rangkaian acara, Chandra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para guru di SMPN 1 Juwana yang terus konsisten mengawal moral generasi muda.
Baginya, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.
Pemkab Pati menegaskan akan terus menggulirkan program serupa ke sekolah-sekolah lain di wilayah Pati.
Dengan pemahaman dini yang matang, generasi muda diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan daerah. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE