Jurang Kesejahteraan Pati: Omset DPRD Rp86 Juta Per Bulan, Bos Besar “Rakyat” Gaji Rp2,3 Juta Per Bulan
0:00
--:--
Jurang Kesejahteraan Pati: Omset DPRD Rp86 Juta Per Bulan, Bos Besar “Rakyat” Gaji Rp2,3 Juta Per Bulan
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Isu Global

Jurang Kesejahteraan Pati: Omset DPRD Rp86 Juta Per Bulan, Bos Besar “Rakyat” Gaji Rp2,3 Juta Per Bulan

X
Jurang Kesejahteraan Pati: Omset DPRD Rp86 Juta Per Bulan, Bos Besar "Rakyat" Gaji Rp2,3 Juta Per Bulan

Infodagang.com, PATI – Di tengah seruan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi rakyat yang masih berjuang, kebijakan alokasi gaji dan tunjangan untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati tahun anggaran 2025 memantik pertanyaan besar.

Data yang dihimpun menunjukkan adanya lonjakan fantastis pada komponen tunjangan, menciptakan jurang kesejahteraan yang menganga lebar antara wakil rakyat dan “BOS BESAR” yang sebenarnya rakyat yang hanya bergaji setara Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Berdasarkan Peraturan Bupati Pati No. 5 Tahun 2025 tentang Perubahan Penjabaran APBD 2025, total alokasi gaji dan tunjangan DPRD mencapai angka yang mengejutkan: Rp33.155.553.525,- (tiga puluh tiga miliar seratus lima puluh lima juta lima ratus lima puluh tiga ribu lima ratus dua puluh lima rupiah).

Angka ini menunjukkan beban anggaran yang signifikan hanya untuk menghidupi 50 orang anggota dewan.

Tunjangan Perumahan Fantastis, Dana Operasional ‘Omset Tambahan’

Investigasi mendalam menemukan rincian tunjangan yang mencengangkan, terutama pada komponen tunjangan perumahan. Merujuk Peraturan Bupati Pati No. 26 Tahun 2025, tunjangan perumahan yang dibayarkan setiap bulan adalah:

  • Ketua DPRD: Rp41 Juta per bulan.
  • Wakil Ketua DPRD (masing-masing): Rp29 Juta per bulan.
  • Anggota DPRD: Rp21 Juta per bulan.

Angka tunjangan perumahan ini, yang dibayar bulanan sesuai Pasal 4 Perbup, jauh di atas standar wajar harga sewa hunian mewah di wilayah Pati.

Ironisnya, Pimpinan DPRD juga menikmati ‘omset tambahan’ berupa Dana Operasional masing-masing sebesar Rp10,9 Juta,- per bulan.

Dana ini seringkali luput dari pengawasan publik dan menambah tebal kantong pimpinan.

Jurang Kesejahteraan: Rp86 Juta vs Rp2,3 Juta

Ketika semua komponen dijumlahkan, total estimasi penghasilan bulanan anggota dewan Kabupaten Pati berbanding terbalik dengan kemampuan ekonomi mayoritas rakyat:

  • Ketua DPRD: Berkisar Rp86,4 Juta per bulan.
  • Wakil Ketua DPRD: Berkisar Rp74,4 Juta per bulan.
  • Anggota DPRD: Berkisar Rp56,4 Juta per bulan.

Di sisi lain, gaji bulanan ‘BOS BESAR’ alias rakyat, yang menjadi penentu hidup matinya para legislator, hanya berkisar Rp2,3 Juta, setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati tahun 2025.

Kita lihat hasil analisis data yang sudah disajikan tim Investigasi Infodagang :

OMSET DPRD PATI PER BULAN VS GAJI BOS BESAR (RAKYAT)
Rincian PerBup No.5 PerBup No.26 Ketua DPRD Wakil DPRD Anggota DPRD Bos Besar / Rakyat
Per Bulan Per Bulan
Gaji Pokok  92.923.408  92.923.408  1.858.468  1.858.468  1.858.468  2.332.350
Tunjangan Keluarga  12.999.700  12.999.700  259.994  259.994  259.994
Tunjangan Beras  14.484.000  14.484.000  289.680  289.680  289.680
Uang Paket  7.959.000  7.959.000  159.180  159.180  159.180
Tunjangan Jabatan  134.639.750  134.639.750  2.692.795  2.692.795  2.692.795
Tunjangan Alat Kelengkapan  25.270.577  25.270.577  505.412  505.412  505.412
Tunjangan Komunikasi  735.000.000  735.000.000  14.700.000  14.700.000  14.700.000
Tunjangan Reses  125.000.000  125.000.000  2.500.000  2.500.000  2.500.000
Pembebanan PPh  4.947.126  4.947.126  98.943  98.943  98.943
Pembulatan Gaji  26.733  26.733  535  535  535
Jaminan Kesehatan  7.087.500  7.087.500  141.750  141.750  141.750
Jaminan Kecelakaan Kerja  250.000  250.000  5.000  5.000  5.000
Jaminan Kematian  575.000  575.000  11.500  11.500  11.500
Tunjangan Perumahan  989.000.000  1.094.000.000  41.000.000  29.000.000  21.000.000
Tunjangan Transportasi  598.000.000  598.000.000  11.960.000  11.960.000  11.960.000
Uang Jasa Pengabdian  14.800.000  14.800.000  296.000  296.000  296.000
TOTAL APBD PER BULAN  2.762.962.794  2.867.962.794  76.479.256  64.479.256  56.479.256  SUSAH
TOTAL APBD PER TAHUN  33.155.553.525  34.415.553.525  917.751.071  773.751.071  677.751.071 MENCRET
OMSET PER 5 TAHUN  4.588.755.353  3.868.755.353  3.388.755.353 TEWAS

Perbedaan drastis, yakni sekitar 37 kali lipat antara penghasilan Ketua DPRD dengan UMK rakyat, menimbulkan pertanyaan etis dan moralitas.

Apakah alokasi anggaran sebesar ini benar-benar mencerminkan prioritas dan kebutuhan mendesak masyarakat, ataukah semata-mata mengamankan kenyamanan para pejabat terpilih?

Pakar kebijakan publik setempat mendesak agar DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pati segera melakukan evaluasi ulang terhadap Peraturan Bupati terkait tunjangan, terutama tunjangan perumahan dan dana operasional, yang dinilai tidak proporsional dan tidak berempati terhadap kondisi ekonomi rakyat pemilih.

“Dana puluhan miliar itu harusnya dialihkan untuk sektor yang langsung menyentuh rakyat, seperti kesehatan, pendidikan, atau penguatan UMKM, bukan untuk memperkaya diri para pejabat yang sudah terjamin hidupnya,” ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan adanya tekanan politik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Pati terkait besaran tunjangan ‘gaji sultan’ yang kini menjadi sorotan tajam publik.

Publik menanti transparansi dan akuntabilitas para wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kesejahteraan, bukan kenikmatan pribadi.

(Tim Investigasi)

Advertisement

Next Article

Bongkar Data! Triliunan Rupiah untuk ‘Omset’ DPRD Pati Dalam 5 Tahun

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.