Infodagang.com, JAKARTA – Plot twist datang dari meja Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Proyek ambisius Family Office yang digadang-gadang jadi magnet buat crazy rich global mendapat penolakan keras dari bos keuangan negara.
Nope, APBN tidak akan keluar sepeser pun!
Family Office itu apa sih? Simpelnya, ini adalah kantor layanan super eksklusif yang ngurusin semua aset, investasi, sampai warisan keluarga-keluarga kaya raya. Bayangkan concierge pribadi buat duit triliunan.
Rencananya, lembaga ini mau didirikan di Bali (dan IKN) sebagai upaya narik Investor sultan dunia biar parkir uangnya di Indonesia.
The Tea: ‘Luhut’s Project’ Kena Reject
Wacana ini udah lama di-push oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun, Menkeu Purbaya nggak mau ambil pusing.
“Saya sudah dengar lama isu itu, tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya (APBN) enggak akan alihkan ke sana,” tegas Purbaya di kantor pusat Ditjen Pajak, Senin (13/10/2025).
Kenapa Purbaya Nggak Mau Danain?
Purbaya menegaskan bahwa prioritas uang negara harus fokus ke program yang tepat sasaran, tepat waktu, dan enggak bocor.
Program-program ini harus langsung terasa manfaatnya oleh rakyat, bukan buat project yang dia sendiri ngaku masih kurang paham konsepnya.
“Saya belum terlalu ngerti konsepnya. Saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya enggak bisa jawab,” ujarnya polos, mengindikasikan bahwa proyek super niche untuk miliarder ini bukan prioritas utama dibanding urusan ekonomi rakyat.
Kesimpulannya: Family Office Batal Go Public (pakai uang negara). Kalau mau jalan, tim penggagas harus cari funding dari kantong pribadi atau investor swasta.
Family Office x Gen Z: Why Should We Care?
Meski Family Office literally buat keluarga kaya raya, drama reject Menkeu Purbaya ini nunjukin satu hal: #PurbayaEffect fokusnya ke rakyat.
- Financial Literacy: Purbaya dikenal aktif ngingetin Gen Z soal investasi, bahaya FOMO (Fear of Missing Out), dan jebakan pinjol. Dia bahkan minta BEI (Bursa Efek Indonesia) menertibkan ‘saham gorengan’ biar Gen Z yang baru nyemplung di pasar modal enggak rugi.
- Perlindungan Investor: Buat Purbaya, melindungi investor ritel kecil—terutama anak muda—lebih penting daripada mengalokasikan triliunan ke lembaga ultra-private yang belum jelas output-nya.
So, in a nutshell, drama Family Office ini adalah pengingat: Uang negara itu buat rakyat, bukan buat proyek elite yang nggak relate sama struggle harian kita. Check. (red)








Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE