Infodagang.com, PATI – Roda pemerintahan di Kabupaten Pati kini resmi dipimpin oleh Risma Ardhi Chandra.
Wakil Bupati Pati tersebut menerima surat tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati yang diserahkan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).
Penunjukan ini merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 66, yang mengamanatkan Wakil Bupati untuk menjalankan tugas kepala daerah apabila bupati berhalangan tetap atau sementara.
Fokus pada Pelayanan Publik dan Penanganan Banjir
Dalam arahannya, Taj Yasin menekankan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak boleh menghambat pelayanan publik.
Ia meminta jajaran Forkopimda dan para camat untuk tetap sigap, terutama dalam menangani dampak bencana banjir yang masih melanda wilayah Pati.
“Hari ini surat keputusan resmi kami serahkan kepada Mas Chandra sebagai Plt Bupati Pati. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal dan tanpa hambatan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru, kondisi banjir di Kabupaten Pati mulai menunjukkan tren positif.
Dari sebelumnya 12 kecamatan yang terendam, kini tersisa 6 kecamatan yang masih terdampak. Meski demikian, penanganan berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama.
Komitmen Integritas dan Anti Jual Beli Jabatan
Selain masalah bencana, Gus Yasin memberikan peringatan keras terkait isu jual beli jabatan yang sempat mencuat.
Ia menginstruksikan seluruh pimpinan daerah di Pati untuk benar-benar mengimplementasikan pakta integritas dalam bekerja.
“Pakta integritas jangan hanya formalitas di atas kertas, tapi harus melekat dalam keseharian saat melayani masyarakat,” tegasnya.
Respons Risma Ardhi Chandra
Menanggapi amanah baru tersebut, Risma Ardhi Chandra menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas dan kehormatan Kabupaten Pati.
Ia menegaskan bahwa fokus jangka pendeknya adalah pemulihan pascabanjir dan penguatan birokrasi yang bersih.
“Amanah ini akan saya laksanakan sebaik-baiknya. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan warga dan pemulihan kondisi pascabencana. Belum ada agenda lain, termasuk pengisian perangkat desa,” ungkap Chandra.
Sebagai langkah awal, Chandra berencana mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat untuk memperkuat komitmen integritas.
“Kehormatan Pati adalah yang utama. Kita harus jaga kepercayaan masyarakat dengan hati dan tindakan nyata,” pungkasnya. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE