Infodagang.com, PATI – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan akun TikTok @joker_hampir_marifat yang menampilkan potongan video Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, tengah memberikan pernyataan yang dinilai kurang etis.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, video tersebut dipastikan sebagai hasil rekayasa teknologi atau hoaks.
Pernyataan dalam video tersebut memicu beragam reaksi dari netizen karena diksi yang digunakan dianggap tidak mencerminkan profesionalitas kepolisian.
Menanggapi hal ini, pakar teknologi dan ahli kecerdasan buatan (AI) memberikan analisis teknis untuk meluruskan disinformasi yang beredar.
Analisis Pakar: Modus Deepfake Image-to-Video
Pakar teknologi AI, Mukarrom, menegaskan bahwa video tersebut bukanlah rekaman asli, melainkan produk dari teknologi kecerdasan buatan yang kian canggih.
“Menurut analisa kami, video tersebut digenerate menggunakan AI LLM image to video. Bagi orang awam mungkin akan sedikit terkecoh, karena sekarang mendekati kemiripan dengan orang berbicara bahkan bisa meniru logat bicara si target,” ungkap Mukarrom saat dihubungi.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini mampu memanipulasi foto diam (still image) menjadi video bergerak dengan sinkronisasi bibir (lip-sync) yang tampak natural, sehingga sering disalahgunakan untuk menciptakan narasi palsu atau pembunuhan karakter.
Himbauan bagi Masyarakat
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial, terutama dari akun-akun yang tidak terverifikasi.
Beberapa ciri video hasil AI yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Gerakan mulut yang terkadang tidak sinkron sempurna dengan suara.
2. Ekspresi wajah yang cenderung kaku atau tidak wajar.
3. Kualitas audio yang memiliki noise digital khas hasil sintesis.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan cross-check ke akun resmi institusi sebelum menyebarkan informasi yang bersifat sensitif.
Hingga saat ini, pihak berwenang tengah mendalami pemilik akun @joker_hampir_marifat terkait penyebaran konten menyesatkan tersebut. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE