Infodagang.com, PATI – Kawasan petilasan Nyai Ageng Kenduruan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi pusat perhatian pada peringatan malam 1 Suro (1 Muharram).
Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti ritual ziarah dan doa bersama yang berlangsung penuh kekhidmatan dan nuansa spiritual yang kental.
Acara ini dihadiri langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Tampak hadir pula Camat Tlogowungu, Kepala Desa Tanjungsari, serta tokoh adat sekaligus aktivis lingkungan kenamaan, Gunretno.
Kehadiran para tokoh tersebut membaur bersama masyarakat demi merefleksikan diri sekaligus menghormati jasa para leluhur.
Pesan Plt Bupati Pati di Petilasan Nyai Ageng Kenduruan
Dalam sambutannya, Risma Ardhi Chandra menekankan bahwa petilasan Nyai Ageng Kenduruan bukan sekadar situs sejarah.
Tempat ini merupakan simbol perjuangan, syiar Islam, dan keluhuran budi pekerti yang wajib diteladani oleh generasi muda di Kabupaten Pati.
“Peringatan 1 Suro di Petilasan Nyai Ageng Kanduruan ini menjadi momentum penting untuk menengok kembali sejarah, mengoreksi diri, dan memperkuat silaturahmi. Kita hadir bukan hanya untuk berdoa, melainkan menangkap esensi perjuangan para pendahulu,” ujar Chandra, Rabu malam (17/6).
Chandra juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan tokoh masyarakat yang berhasil menjaga kondusivitas acara.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap kegiatan pelestarian budaya berbasis keagamaan ini terus berjalan sebagai fondasi moral daerah.
“Saya mengajak seluruh warga Pati memasuki tahun baru Jawa ini dengan semangat gotong royong. Mari merawat kerukunan demi membangun Kabupaten Pati yang lebih berkah, aman, dan sejahtera,” imbuhnya.
Antusiasme Warga dan Tradisi Tayuban
Daya tarik ritual ini tidak hanya menyedot perhatian para pejabat, tetapi juga menciptakan perputaran budaya di masyarakat sekitar.
Warga berbondong-bondong datang untuk mencari keberkahan sekaligus menikmati hiburan rakyat yang disediakan panitia.
Salah satu warga setempat, Daryono, mengaku antusias bisa menyaksikan langsung momen sakral tahunan ini.
“Saya sangat senang bisa ikut ritual malam 1 Suro. Selain untuk ngalap berkah dan berziarah, kedatangan saya ke sini juga untuk menikmati kesenian tayuban yang digelar,” ungkap Daryono singkat. (red)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE