Ledakan Micro-Drama China: Tembus Rp156 Triliun di 2025, Kuasai Pasar Global
0:00
--:--
Ledakan Micro-Drama China: Tembus Rp156 Triliun di 2025, Kuasai Pasar Global
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Industri

Ledakan Micro-Drama China: Tembus Rp156 Triliun di 2025, Kuasai Pasar Global

X
Ledakan Micro-Drama China: Tembus Rp156 Triliun di 2025, Kuasai Pasar Global
Baca 12 detik
  • Industri drama mikro Tiongkok diproyeksikan capai USD 9,4 miliar pada 2025, sangat eksplosif.
  • Tiongkok dominasi pasar drama mikro global, jauh lampaui Jepang dan Korea Selatan.
  • Pasar drama mikro Asia Tenggara tumbuh, Indonesia pimpin dengan proyeksi USD 66 juta (2025).

Infodagang.comIndustri drama mikro (micro-drama) China menunjukkan pertumbuhan yang sangat eksplosif, dengan proyeksi pendapatan yang akan mencapai USD 9,4 miliar atau setara Rp 156,06 triliun pada tahun 2025.

Angka ini menegaskan dominasi China di pasar hiburan digital global, jauh melampaui raihan negara-negara Asia lainnya.

Data terbaru dari laporan “The Micro-Drama Economy 2025” yang dirilis oleh Media Partners Asia (MPA) mengungkap lonjakan pendapatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2023, industri ini mencatatkan pendapatan USD 5,1 miliar, yang kemudian meningkat menjadi USD 6,9 miliar pada tahun 2024, sebelum mencapai proyeksi fantastis di tahun 2025.

MPA meneliti setidaknya delapan platform penayangan drama mikro utama yang aktif beriklan di media sosial, termasuk DramaBox, DramaWave, FlickReels, GoodShort, MoboReels, NetShort, ReelShort, dan ShortMax.

Proyeksi Jangka Panjang dan Dominasi Global

Tren kenaikan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir dekade. Laporan tersebut memproyeksikan pendapatan drama mikro China akan melonjak hingga USD 16,2 miliar atau Rp 265,07 triliun pada tahun 2030.

Berikut rincian proyeksi kenaikan pendapatan tahunan China hingga tahun 2030 (dalam USD):

  • 2026: $11,5 Miliar
  • 2027: $13,3 Miliar
  • 2028: $14,6 Miliar
  • 2029: $15,5 Miliar
  • 2030: $16,2 Miliar

Dominasi China terlihat jelas jika dibandingkan dengan industri drama mikro global. Proyeksi pendapatan China untuk tahun 2025 berada jauh di atas Jepang dan Korea Selatan.

Industri drama mikro Jepang diproyeksikan meraup $267 juta (Rp 4,42 triliun), sementara Korea Selatan hanya $109 juta (Rp 1,81 triliun).

Asia Tenggara Tumbuh, Indonesia Jadi Ujung Tombak

Meski demikian, pasar Asia Tenggara juga menunjukkan geliat pertumbuhan yang menjanjikan. Proyeksi pendapatan gabungan industri drama mikro di Asia Tenggara mencapai USD 189 juta atau Rp 3,13 triliun untuk tahun 2025.

Indonesia menjadi penyumbang terbesar di kawasan ini. Pada tahun 2025, Indonesia diproyeksikan meraup pendapatan sebesar USD 66 juta (Rp 1,09 triliun). Diikuti oleh Thailand dengan $49 juta (Rp 811,77 miliar) dan Filipina dengan $44 juta (Rp 728,94 miliar).

Pertumbuhan di Indonesia bahkan diprediksi akan sangat pesat. Pendapatan industri drama mikro di Indonesia pada tahun 2030 diproyeksikan melesat hingga USD 311 juta atau Rp 5,15 triliun, menunjukkan potensi besar pasar digital di Tanah Air. (red)

Advertisement

Next Article

JERITAN DI DEPAN POSKO AMPB: “Bojoku Dipejara Ora Buk Urusi” Nasib Para Keluarga Korban Menggantung

Keywords Berita
Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.