Komisi C DPRD Pati Minta Bankeu Desa Fokus ke Aspal Hotmix atau Cor
0:00
--:--
Komisi C DPRD Pati Minta Bankeu Desa Fokus ke Aspal Hotmix atau Cor
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / News

Komisi C DPRD Pati Minta Bankeu Desa Fokus ke Aspal Hotmix atau Cor

X
Komisi C DPRD Pati Minta Bankeu Desa Fokus ke Aspal Hotmix atau Cor
Baca 15 detik
  • Ketua Komisi C DPRD Pati minta dana Bankeu desa maksimal untuk aspal hotmix atau cor jalan.
  • DPUTR Pati didesak perketat pengawasan proyek jalan desa agar tidak pakai metode aspal goreng.
  • Standar KPK wajibkan hotmix atau cor demi jalan tahan banjir dan usia pakai lebih panjang.

Infodagang.com, PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, meminta para kepala desa memaksimalkan penggunaan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari pemerintah daerah.

Salah satu poin utamanya adalah memprioritaskan aspal hotmix atau pembetonan (cor) dalam perbaikan infrastruktur jalan.

Untuk memastikan kualitasnya, Joni mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati selaku pengawas lapangan untuk melakukan monitoring secara ketat.

Langkah ini dinilai penting karena pengerjaan jalan seringkali menggunakan metode “aspal goreng” yang tidak tahan lama.

Menurut Joni, pembatasan standar minimal dengan aspal hotmix akan membuat usia pakai jalan jauh lebih panjang.

Kebijakan ini juga selaras dengan hasil asistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu yang mewajibkan proyek jalan desa menggunakan hotmix atau cor.

“Kami sudah memanggil Pak Riyoso (Kepala DPUTR) ke DPRD untuk menyampaikan standar KPK. Bankeu desa itu opsinya harus pakai hotmix atau cor. Namun, para kepala desa sepakat lebih memilih dicor,” ujar Joni, Rabu (10/6/2026).

Legislator dari Partai Demokrat ini menambahkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala DPUTR Pati, Riyoso, agar menginstruksikan seluruh jajarannya memperketat pengawasan di lapangan.

Sebagai contoh sukses, Joni memuji ketahanan ruas jalan Sampang–Glonggong.

Kualitas aspal di jalur tersebut terbukti sangat bagus dan kokoh, meskipun menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Ia khawatir, jika proyek infrastruktur di desa masih menggunakan aspal goreng, jalanan akan cepat hancur saat terendam banjir atau dilalui kendaraan bermuatan berat.

“Pak Riyoso sudah saya ingatkan, contohlah pengaspalan atau pengecoran seperti di jalan jembatan Sampang. Itu terendam air berhari-hari masih awet sampai sekarang. Wilayah Pati ini rawan banjir, kalau hanya pakai aspal biasa pasti jebol lagi. Anggaran akan sia-sia jika kita membangun tanpa standar yang kuat,” pungkasnya. (red)

Advertisement

Next Article

DPRD Pati Minta ASN Waspada Kejahatan Digital dan Peretasan Akun

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.