Infodagang.com, INTERNASIONAL – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari jantung kekuatan militer Iran.
Kolonel Angkatan Darat (Artesh), Sajad Azadeh, secara terang-terangan menyatakan sikap politiknya untuk dukung Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran yang kini berada di pengasingan.
Langkah ini dianggap sebagai momen langka sekaligus sangat sensitif.
Pasalnya, dukungan terhadap simbol monarki biasanya datang dari kalangan sipil atau oposisi di luar negeri, bukan dari perwira aktif militer reguler yang masih bertugas di dalam negeri.
Gerakan “Penyelamatan Iran”
Dalam pernyataannya melalui akun media sosial resmi, Kolonel Azadeh mengklaim bahwa ia tidak berdiri sendiri.
Ia mengaku mewakili puluhan ribu perwira yang tergabung dalam gerakan “Kerja Sama Nasional untuk Menyelamatkan Iran”.
Meski klaim jumlah perwira tersebut belum bisa diverifikasi secara independen, keberanian Azadeh muncul tanpa penyamaran identitas menunjukkan adanya riak ketidakpuasan yang serius di dalam tubuh militer.
Ketegangan Laten: Artesh vs IRGC
Sikap Azadeh yang memilih untuk dukung Reza Pahlavi juga menyoroti keretakan hubungan antara militer konvensional (Artesh) dan militer ideologis (IRGC).
-
Artesh: Berfokus pada pertahanan kedaulatan negara dan dikenal lebih profesional serta jarang terlibat politik praktis.
-
IRGC: Penjaga ideologi revolusi yang memiliki kendali besar atas ekonomi, keamanan domestik, dan kebijakan strategis negara.
Para analis menilai, ketidakpuasan di tubuh Artesh dipicu oleh dominasi anggaran IRGC dan ketidaksetujuan terhadap cara-cara represif dalam menangani protes sipil.
Signifikansi Politik bagi Oposisi
Dukungan kepada Reza Pahlavi memiliki beban simbolis yang berat.
Hal ini menandakan bahwa narasi perubahan di Iran kini mulai merambah ke tingkat institusional.
Sebagian elemen militer tampaknya mulai mempertimbangkan perubahan sistem pemerintahan secara menyeluruh sebagai solusi atas krisis ekonomi dan sosial yang berkepanjangan.
Hingga saat ini, komando tertinggi Artesh maupun otoritas di Teheran masih membungkam terkait pernyataan Kolonel Azadeh.
Namun, jika dukungan serupa meluas, hal ini diprediksi akan menjadi tantangan stabilitas terbesar bagi pemerintah Iran dalam beberapa dekade terakhir. (Aaf)







Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE