Dorong Izin Pabrik PT Fuhua Segera Clear, Yayak Gundul: Warga Sudah Menunggu Kerja
0:00
--:--
Dorong Izin Pabrik PT Fuhua Segera Clear, Yayak Gundul: Warga Sudah Menunggu Kerja
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Industri

Dorong Izin Pabrik PT Fuhua Segera Clear, Yayak Gundul: Warga Sudah Menunggu Kerja

X
Dorong Izin Pabrik PT Fuhua Segera Clear, Yayak Gundul Warga Sudah Menunggu Kerja

Infodagang.com, PATI – Aktivis senior Yayak Gundul bersama Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (GERMAP) menggelar audiensi dengan manajemen PT Fuhua Travel Goods Indonesia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati pada Selasa (10/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Aula DPUPR Kabupaten Pati ini membahas kelanjutan perizinan dan dampak lingkungan dari aktivitas pabrik asal Tiongkok tersebut yang saat ini dihentikan sementara di Desa Penambuhan.

Analisis Geologis dan Ancaman Hidrologi

Dalam audiensi tersebut, Yayak Gundul mempertanyakan kendala perizinan yang mengganjal operasional pabrik.

Berdasarkan analisis internal GERMAP melalui aplikasi Sipetarung milik DPUPR, lokasi pabrik berada di atas tanah aluvial yang memiliki karakteristik spesifik dan risiko kebencanaan tertentu.

“Data menunjukkan kawasan tersebut masuk dalam zona rawan kekeringan tinggi dan banjir sedang. Status lahannya pun merupakan sawah padi di dekat daerah irigasi,” urai Yayak.

Ia menggarisbawahi dua dampak krusial yang membayangi warga sekitar:

Dampak Hidrologi: Sawah di sekitar pabrik terancam kekurangan air akibat potensi kerusakan sistem irigasi atau penyedotan air tanah secara masif oleh pabrik.

Dampak Banjir: Alih fungsi lahan sawah menjadi beton (perkerasan) akan meningkatkan run-off atau limpasan air hujan ke pemukiman warga.

Ancam Gugat ke WALHI

Melihat potensi kerusakan tersebut, Yayak menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana menggandeng organisasi lingkungan nasional untuk menempuh jalur hukum.

“Kami akan berkoordinasi dengan WALHI untuk menggugat dari sisi perusakan lingkungan hidup,” tegasnya usai audiensi.

Dilema Lapangan Kerja dan Aturan Tata Ruang

Meski kritis terhadap dampak lingkungan, Yayak mengakui adanya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.

Namun, ia meminta PT Fuhua tidak menggantung proses perizinan terlalu lama.

“Segera diselesaikan perizinan yang belum clear. Jangan sampai bangunan mangkrak dalam waktu lama karena bisa berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Di sisi lain, banyak masyarakat yang menanti dibukanya lapangan kerja di sana,” tambahnya.

Terkait regulasi, Yayak menyebut bahwa secara lokasi, PT Fuhua sebenarnya sudah berada di jalur yang benar.

“PT Fuhua sudah mentaati tata ruang karena pendirian pabrik berada di Kawasan Peruntukkan Industri (KPI). Sekarang tinggal izin-izin lainnya yang harus diurus secara serius,” pungkasnya. (red)

Advertisement

Next Article

Sinergi TNI-Pemkab Pati: TMMD 2026 Genjot Infrastruktur Desa Jaken

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.