Kementan Fasilitasi Industri Tepung Telur Lokal Bersaing dengan India
0:00
--:--
Kementan Fasilitasi Industri Tepung Telur Lokal Bersaing dengan India
Eksplorasi INFODAGANG.COM
Infodagang.com / Industri

Kementan Fasilitasi Industri Tepung Telur Lokal Bersaing dengan India

X
Kementan Fasilitasi Industri Tepung Telur Lokal Bersaing dengan India
Baca 11 detik
  • Kementan dorong hilirisasi produk peternakan tingkatkan daya saing dan kesejahteraan.
  • Hilirisasi ubah komoditas ternak mentah jadi produk olahan bernilai tambah tinggi.
  • Produksi tepung telur lokal berhasil kurangi impor signifikan didukung Kementan.

Infodagang.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) secara agresif mendorong hilirisasi produk peternakan sebagai pilar utama untuk meningkatkan daya saing global, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan peternak nasional.

Kebijakan ini bertujuan mengubah komoditas mentah seperti daging, telur, dan susu menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.

Dengan begitu, produk peternakan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Fokus pada Mutu dan Pengolahan Pasca Panen

Maria Nunik Sumartini, Ketua Kelompok Fungsi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Peternakan Kementan, menegaskan komitmen ini dalam acara Tani on Stage di Pameran Agrinex Expo (JIExpo, Kemayoran, Jumat, 7/11/2025).

“Strategi hilirisasi Kementan adalah mengolah hasil pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Ini adalah upaya integral untuk meningkatkan kesejahteraan petani/peternak dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” jelas Nunik.

Ia menekankan bahwa Kementan secara konsisten menuntut perbaikan dan penerapan standar mutu dalam penanganan pascapanen dan pengolahan.

Dorongan utamanya: produk pertanian tidak lagi dijual mentah, melainkan sebagai produk olahan siap pasar atau ekspor, yang secara langsung melipatgandakan pendapatan para pelaku usaha di sektor ini.

Kisah Sukses: Memangkas Impor Tepung Telur

Dampak nyata dari dukungan hilirisasi ini tercermin dalam kesuksesan industri pengolahan lokal. Indarto, Direktur Utama PT. Sinergi Pangan Mandiri, yang juga hadir sebagai panelis, berbagi pengalaman perusahaannya sebagai perintis produksi tepung telur di Indonesia.

“Memulai usaha tepung telur bukanlah hal mudah, tetapi dengan dukungan Kementan, produk kami kini diterima baik oleh pasar,” ujar Indarto.

Ia menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor tepung telur, terutama dari India, yang mencapai 2.500 ton per tahun (Data 2024).

Meskipun baru mengambil sebagian kecil dari kebutuhan nasional, upaya perusahaannya sangat signifikan dalam menekan impor.

“Saat ini, produk tepung telur kami sudah menjadi bahan baku penting bagi pabrik mayones, makanan beku (frozen food), dan pabrik mie,” ungkapnya.

Indarto berharap semakin banyak perusahaan yang berani menggeluti industri pengolahan seperti tepung telur agar Indonesia dapat mencapai swasembada dan tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri. (red)

Advertisement

Next Article

Wamentan Sudaryono: Benahi Irigasi Nasional, Negara Jamin Harga Panen!

Traktir Jurnalis Kopi
Suka dengan tulisan jurnalis ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan berita berkualitas.
Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar.
×

Dukung Jurnalisme Kami

Pilih nominal dukungan Anda untuk menyemangati tim redaksi kami.

Rp 10k
Rp 25k
Rp 50k
Secure Payment by DOKU

Halo Pembaca!

Iklan membantu kami membiayai jurnalisme berkualitas. Mohon pertimbangkan untuk menonaktifkan Ad-Blocker kamu di situs ini ya. Terima kasih! 🙏

Lanjut Membaca? Kembali ke posisi terakhir Anda.